perjelas Penggunaan Teknologi AI dalam Pengawasan Pemilu
|
Manado,Bawaslu-Cuaca mendung di langit kota Manado seakan belum akan cerah ketika ruang pelatihan mulai dipenuhi langkah-langkah ringan aktivitas kegiatan. Dalam hari yang terasa agak sejuk namun sarat makna bagi upaya pengawasan Penyelenggaraan Pemilu, Bawaslu Kota Manado menggelar agenda penguatan kelembagaan yang fokus pada pengelolaan data dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Agenda ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan bagian dari awal cerita panjang bagaimana lembaga Pengawasan Pemilu berusaha menjaga integritas pemilu dengan alat-alat modern tanpa kehilangan sentuhan kemanusiaan untuk Pemilu 2029 mendatang.
Anggota Bawaslu Kota Manado, A. Gafur Subaer, membuka acara dengan nada santai namun tegas. Ia mengajak semua peserta, dari kalangan Pemuda dan Mahasiswa serta Organisasi Kemasyarakatan dan Pramuka untuk melihat penguatan kelembagaan sebagai investasi jangka panjang. “Kelembagaan kita tidak hanya kuat karena jumlah orangnya, melainkan bagaimana kita mengelola informasi, bagaimana kita berkolaborasi, dan bagaimana kita memastikan setiap data yang kita pegang adalah data yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya kepada puluhan peserta yang hadir.
Agenda hari itu dibagi dalam tiga sesi utama. Sesi pertama fokus membahas Pengawasan Pemilu di dunia Maya, oleh IPTU Jasmier Sialoho, SH., dimana para peserta diajak membahas bagaimana Peran kepolisian dalam memantau dan mengawasi dunia maya dalam Patroli Cyber agar tetap aman dan Kondusif selama Pemilu dan Pemilihan 2024. “kami selama Pemilu dan Pemilihan 2024, setiap hari melakukan pengawasan di dunia maya secara intensif untuk menjaga keamanan dan kondusifitas di masyarakat”, ujarnya.
Sesi kedua oleh Zulkifli Golonggom, menyajikan pemanfaatan teknologi berbasis AI dalam konteks pengawasan penyelenggaraan pemilu. Peserta diajak mengeksplorasi bagaimana tekonologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu aktivitas Pengawasan Pemilu. Namun, pembicara juga menekankan bahwa AI adalah alat bantu, bukan pengganti kepekaan manusia. “AI memiliki banyak fungsi yang beragam tergantung kebutuhan kita dan dapat dipergunakan sesuai dengan apa yang kita inginkan,” ucap Zulkifli.
Sesi terakhir fokus pada sisi hukum terkait penggunaan Teknologi berbasis AI yang mendiskusikan bagaimana pemanfaatan Teknologi berbasis AI di dunia maya khususnya, memiliki dasar dan sekaligus konsekuensi Hukum yang mengaturnya.
Dari sisi Bawaslu Kota Manado sendiri, Transparansi Data merupakan sebuah Kewajiban dalam melayani Publik. Data yang dikelola bersifat terstruktur (angka, tanggal, kode lokasi) dan tidak terstruktur (laporan teks, foto bukti) sehingga akurasi, integritas, dan akses yang tepat bagi publik menjadi sebuah keharusan.
Lewat Publikasi Data yang transparan dapat membantu warga memahami progres Pemilu.
Dalam Kerja-kerja keseharian, AI dapat di ibaratkan sebagai asisten analis yang gigih. Gaya kerja AI dalam konteks pemilu itu seperti asisten yang gak pernah lelah
untuk menganalisa data dengan cepat, Validasi data yang juga cepat cepat juga bisa membandingkan data dari berbagai sumber untuk memastikan konsistensi. selain itu, pemeriksaan ganda dapat dilakukan dengan tepat sehingga merangkum informasi ke dalam visualisasi yang sederhana.
Kondisi ini tentunya membutuhkan infrastruktur yang kuat, seperti kebijakan Data, Integrasi Data, Keamanan siber untuk perlindungan data dan kebijakan visibilitas publik yang informatif namun tetap menjaga kerahasiaan data sensitif. Selain itu, Pengawasan pemilu dengan kondisi hari ini yang mengandalkan teknologi dalam kerja-kerjanya memerlukan suatu sistem Pengawasan yang Adaptif dengan kondisi terkini dan Inklusif dalam melibatkan banyak pihak dari bergai macam latarbelakang.
Penutup cerita hari itu adalah harapan: bahwa penguatan kelembagaan melalui Pengelolaan Data dan AI akan menjadi fondasi kuat bagi pengawasan pemilu di Kota Manado, sehingga masyarakat dapat menaruh kepercayaan penuh pada prosesnya—bahwa suara mereka tidak sekadar terdengar, tetapi juga terawasi dengan cara yang profesional, manusiawi, dan transparan.
Penulis dan Foto: El Junanda
Editor: A. Gafur Subaer