Orientasi PPPK Tahun 2026
|
manado,bawaslu-Bawaslu melaksanakan orientasi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya tindaklanjut pasca perekrutan untuk meningkatkan profesionalisme, integritas, dan pemahaman tugas pokok sebagai ASN. Orientasi ini diadakan dalam rangka pengembangan kompetensi Pegawai Aparatur Sipil Negara serta guna memberikan pengenalan tugas, fungsi, nilai, dan etika instansi pemerintah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Pelaksanaan Kegiatan Orientasi ini sendiri, terkhusus di Provinsi Sulawesi Utara, berlangsung sejak Senin, 6 Juli 2026 sampai pada 15 Juli 2026. selama masa Orientasi ini seluruh PPPK yang baru direkrut menjadi peserta dan mengikuti kegiatan secara Daring di Satuan kerja (Satker) Bawaslu masing-masing kabupaten/Kota. Dalam sambutannya pada Pembukaan Kegiatan Orientasi PPPK Tahun 2026 ini, Kepala Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan,dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu RI, Roy M. Siagian menegaskan pentingnya kegiatan Orientasi ini. "orientasi ini bukan sekadar kegiatan pengenalan organisasi, tetapi merupakan proses pembentukan karakter aparatur yang profesional, berintegritas, adaptif, dan siap menjalankan amanah sebagai bagian dari keluarga besar Bawaslu"., tegasnya. la juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap rangkaian orientasi dengan penuh kesungguhan sebagai bekal dalam melaksanakan tugas secara bertanggung jawab.
Bila ditinjau dari segi cakupan materi yang diberikan dalam kegiatan Orientasi kali ini dapat dikatakan cukup luas dan komprehensif. Mulai dari aspek konseptual yang mencakup Visi, Misi dan Sasaran Strategis Bawaslu, Peran dan Kedudukan PPPK dalam pencapaian Renstra, Struktur, Pola dan Koordinasi serta Konsep Manajemen Kinerja Organisasi serta pengenalan jabatan, tugas, tanggung jawab, wewenang dan peran PPPK sampai pada Penerapan nilai berAKHLAK dalan tugas kerja sehari-hari masuki dalan deretan materi yang disajikan. Lebih daripada itu pada aspek yang lebih teknis, seperti persoalan Ke-protokoleran dan yang menyangkut Naskah Dinas Lembaga sampai pada proses penyusunan rencana kerja dan komunikasi kedinasan juga tak luput menjadi bagian dari materi yang disajikan.
Salah satu hal yang menarik dalam kegiatan Orientasi kali ini adalah pada metode yang tidak hanya berbasis satu arah seperti ceramah namun juga adanya bentuk-bentuk pelatihan seperti Self Learning dimana setiap peserta diberikan ruang untuk aktif dan terarah belajar secara mandiri melalui LMS (Learning Management System) atau Aplikasi Pembelajaran berbasis Digital yang dikembangkan oleh Bawaslu dan juga bentuk-bentuk praktek dalam studi kasus, membuat perencanaan kinerja, Basic Office Skill, penulisan Naskah Dinas, dsb juga menghadirkan nuansa pembelajaran yang dua arah sehingga pelibatan peserta menjadi kian terasa.
Penulis dan Foto: El Junanda
Editor: A. Gafur Subaer