Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Manado Tanda-tangani Perjanjian Kerjasama dengan UNPI Manado

Bawaslu Kota Manado Tanda-tangani Perjanjian Kerjasama dengan UNPI Manado

Bawaslu Kota Manado Tanda-tangani Perjanjian Kerjasama dengan UNPI Manado 

manado,bawaslu-Bawaslu Kota Manado menandatangani perjanjian kerjasama (MoU) dengan Universitas Pembangunan Indonesia (UNPI) Manado dalam rangka meningkatkan literasi demokrasi di kalangan civitas akademika. Acara yang berlangsung di kampus UNPI Manado tersebut juga menjadi ruang berdialog tentang literasi demokrasi di perguruan tinggi dalam menjaga kualitas pemilu yang inklusif dan berkualitas.

MoU ditandatangani oleh Ketua Bawaslu Kota Manado dan Dekan Fisip UNPI Manado, disaksikan oleh Rektor UNPI Manado, Dr. Dra. Debby Ch. Rende, M.Si., staf dan dosen Pengajar, serta perwakilan mahasiswa. Fokus kerja sama mencakup peningkatan literasi demokrasi, kolaborasi pendidikan pemilu bagi mahasiswa, pelatihan advokasi anti black campaign, serta kolaborasi dalam penyuluhan kepada komunitas kampus dan sekitarnya.

Sesi dialog diawali dengan pengarahan dari Rektor UNPI Manado Dr. Dra. Debby Ch. Rende, M.Si yang mengapresiasi kesediaan Bawaslu untuk bekerjasama dengan UNPI. "kami berterimakasih atas kesediaan rekan-rekan dari Bawaslu Manado sudah hadir dan mau mengadakan kerjasama dengan kami"., Ungkapnya. Selain itu, beliau juga menyampaikan salah satu pesan kepada seluruh peserta diskusi yang hadir terkait pentingnya kegiat ini. "Jadi dalam pertemuan kali ini, melalui penandatanganan kerjasama yang dilanjutkan dengan seminar kepemiluan bukan sebuah hal yang kebetulan karena ini merupakan wujud komitmen UNPI bagi Pembangunan Indonesia", tambahnya. 

Dalam diskusi, Ketua Bawaslu Kota Manado, Brilliant Maengko menekankan bahwa literasi demokrasi bukan hanya soal hak suara, melainkan juga tanggung jawab dalam menjaga integritas proses pemilihan dan menjaga persatuan dan kesatuan. "Di Pemilu yang sebelum-sebelumnya, rentan terjadi polarisasi, seperti yang kita tau apalagi waktu tahun 2014/2015 ada 2 kubu yang kita ketahui bersama saling menyudutkan dan itu bisa menjadi pemicu yang menjurus pada perpecahan dan saya kira itu bukan hal kita inginkan", tegas Brilliant. "Nah karena itu saya kira literasi demokrasi sejak dini di lingkungan kampus, termasuk pemahaman hak-hak memilih, mekanisme Pemilu, serta etika berpolitik yang sehat menjadi pokok penting yang harus hadir mulai dari sebelum Pemilu berjalan di tahun mendatang", tambahnya. 

Momen pertemuan antara kedua institusi ini tentunya menjadi hal penting yang menandai kolaborasi apik antara dunia akademis dan pengawasan Pemilu untuk kedepannya dapat menghasilkan pengetahuan dan insan-insan yang sadar akan pentingnya proses dan pelaksanaan Pemilu yang Jujur, Adil dan Bermartabat. 

 

Penulis dan foto: El Junanda

Editor: A. Gafur Subaer