Lompat ke isi utama

Berita

Ini Dia Pernyataan Pimpinan Bawaslu RI Pada Rakornas Menjelang Pilkada

Ini Dia Pernyataan Pimpinan Bawaslu RI Pada Rakornas Menjelang Pilkada
*RAKORNAS PERSIAPAN PILKADA TAHUN 2020 DAN PEMANTAPAN PROGRAM KERJA BAWASLU TAHUN 2020*\n_Jakarta, 24-26 Oktober 2019_\n\n*Arahan Kordiv. Pengawasan dan Sosialisasi*\n_Mochammad Afifuddin, S.Th.I, M.Si_\n\nMerinding sekali tadi lagu Indonesia Raya kita nyanyikan dengan gemuruh yang diikuti oleh seluruh Bawaslu se- Indonesia.\n\nKita bekerja semaksimal mungkin dan biarkan orang lain yang menilai. Kita saat ini mendapatkan apresiasi karena Bawaslulah yang menginisiasi terselenggaranya deklarasi anti hoaks. Hal ini belum pernah dilakukan, bahkan oleh Amerika sekalipun. Bawaslu juga mengandeng 102 lembaga untuk memerangi hoaks.\n\nMari kita sisihkan sebagian energi untuk mengapresiasi hasil-hasil kerja kita semata-mata memberikan semangat kepada rekan-rekan dalam mengawal demokrasi di negeri ini.\n\nDulu kita punya kegiatan Patroli Anti Politik Uang. Kegiatan ini ternyata membuat efek jera. Ke depan kegiatan ini harus lebih disiapkan dengan baik. Menurut saya kita juga perlu membuat Satgas Anti Politik Uang dalam sebuah pokja.\n\nKita juga perlu membangun narasi-narasi ke publik tentang bahaya isu-isu SARA dan berita bohong.\n\nKebijakan-kebijakan kita harus berorientasi pada prestasi, bukan sekedar berorientasi masal.\n\nUntuk mendekatkan lembaga kita ini dengan rakyat. Maka kader-kader pengawasan akan menjadi mitra kerja kita dalam pengawasan. Untuk saat ini kita belum bisa menjangkau seluruh kab/kota.\n\nSemua divisi harus saling bersinergi dalam kerja-kerja pengawasan dan penindakan. Karena itu pula semua kebijakan kita harus terencana dengan baik dan berkesinambungan.\n\nTerima kasih atas dedikasi Bapak/Ibu sekalian dalam mengawal Pemilu 2019.\n\n*Arahan Kordiv. Penindakan*\n_Dr. Ratna Dewi Pettalolo, SH, MH_\n\nSenang sekali sore ini kita bisa berkumpul. Ini yang ketiga kalinya kita bertemu dalam forum sebesar ini.\n\nMengelola lembaga sebesar ini bukanlah pekerjaan yang ringan. Karena itu kita harus dalam satu barisan yang sama. Tidak boleh ada yang keluar dari jalur yang kita tentukan. Kami berharap pasukan-pasukan kita di Provinsi dan Kabupaten bekerja dengan baik dan berakhir dengan husnul khotimah.\n\nBanyak orang meragukan kehadiran Bawaslu kab/kota yang bersifat permanen, salah satunya karena pemborosan anggaran. Ternyata keputusan itu tidak salah, kita mampu menjaga dan mengawal Pemilu 2019.\n\nAlhamdulillah kita juga secara terbuka mendapatkan apresiasi dari Hakim Mahkamah Konstitusi. Putusan-putusan kita sejalan dengan pendapat Hakim MK. Prestasi ini harus kita pertahankan. Bahwa permanennya Bawaslu kab/kota harus menjadi kontribusi yang baik untuk kelanjutan Bawaslu Kab/Kota. Terima kasih kepada rekan-rekan Bawaslu Prov yang telah melakukan pembinaan Bawaslu Kab/Kota.\n\nTantangan kita selanjutkan adalah dalam Pemilihan 2020 yang akan datang, tunjukkan kerja-kerja pengawasan dan penindakan kita. Ini menjadi ujian bagi kita, saya percaya dapat kita lewati dengan baik. Mari kita membangun kebersamaan dalam mengawal Pemilihan 2020.\n\n*Arahan Kordiv. Penyelesaian Sengketa*\n_Rahmat Bagja, SH. LL.M_\n\nSaya sangat mengapresiasi kerja teman-teman selama Pemilu 2019.\n\nBaru di tahun 2019 inilah sidang sengketa baik tingkat nasional, provinsi maupun kab/kota dinanti-nanti dan ditonton banyak orang.\n\nMari kita tegakkan keadilan pemilu sebaik-baiknya. Keadilan itu tidak mengenal hubungan keluarga, teman dan lain-lain. Keadilan itu akan menjawab semua persoalan. Fondasi kita adalah keadilan tersebut dalam menyelesaikan sengketa.\n\nMasalah situng, silon, silog kita buka semuanya dalam persidangan dalam rangka mewujudkan keadilan pemilu. Semua putusan-putusan tersebut bisa diakses secara terbuka di website Bawaslu. Baru kali inilah semua data kita buka.\n\nKami sangat berterima kasih, teman-teman telah banyak membantu kami. Bawaslu tidak pernah mengupdate setiap hari siapa pengawas yang meninggal dalam menjalankan tugasnya tetapi setelah kegiatan berakhir baru kita umumkan.\n\nPersaudaraan diantara kita adalah senasib sepenanggungan. Kita kuat, mampu menjalani, bahkan berhasil dalam Pemilu 2019.\n\nKita saat ini telah melewati fase Pemilu. Fase saat ini adalah mengawal Pemilihan 2020. Kita tunjukkan kepada publik kita mampu menunjukkan wajah-wajah pengawal demokrasi yang baik. Kita harus mampu menjadi hakim-hakim yang adil dan berwibawa.\n\nJangan sampai kita mampu menegakkan keadilan pemilu, tapi kita tidak mampu menjaga keadilan dengan komisioner yang lain. Jika ada yang dibully harus merasakan semuanya, jika ada yang sakit maka yang lain juga harus turut merasakannya.\n\nJika ada permasalahan dalam lembaga harus sharing dan dirembug bersama dengan baik. Kita saja saling berkunjung ke ruang pimpinan, bahkan saling berbagi kue. Semua ini untuk menciptakan kebersamaan.\n\n*Arahan Kordiv. Hukum*\n_Fritz Edward Siregar, SH, LL.M, Ph.D_\n\nAttitude adalah sikap tingkah laku seseorang dalam berinteraksi.\n\nGrit adalah keteguhan pikiran atau jiwa. Unsur grit: passion dan Perserverance.\nPassion adalah semangat dan antusiasme serta loyalitas.\nPerserverance adalah ketekunan dan kegigihan, tetap melakukan pekerjaan walaupun terasa berat.\n\nSetelah satu tahun bersama kami, bapak/ibu telah membawa banyak perubahan. Apakah api perubahan sejak bapak/ibu dilantik masih sama dengan sekarang?\nApakah bpk/ibu melhat bahwa yang kita lakukan sudah baik?\nApakah bpk/ibu akan cuek dan memalingkan sebuah persoalan.\n\nPerubahan harus dimulai dari bpk/ibu sekalian. Jangam berharap lembaga kita berubah jika kita tidak memulainya. Dengan semangat kolegial akan mambawa perubahan pada lembaga kita.\n\n_Ngluruk tanpa bolo, menang tanpa ngasorake, sugih tanpa banda.\nTiji tibeh, mati siji mati kabeh, mukti siji mukti kabeh._\n\nGigih\nTetap melakukan apa yang seharusnya kita lakukan.\n\nDaun sirih di atas batu\nTerima kasih, thank you.\n\n*Sambutan Pembukaan Ketua Bawaslu*\n_Abhan, S.H., M.H._\n\nMari kita sejenak menunduk untuk mengenang arwah para penegak demokrasi yang telah mendahului kita, (bagi yang beragama Islam) Alfatihah...\n\nApresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya buat bapak/ibu sekalian yang telah eksis dalam melakukan pengawasan Pemilu 2019.\n\nDalam periode ini kita mendapatkan penghargaan internasional diantaranya dari Aweb.\n\nPerbedaan kewenangan kita dalam Pemilu dengan Pilkada ada perbedaan, karena itu bpk/ibu harus menguasainya.\n\nYang masih menjadi persoalan di daerah adalah adanya fenomena pemerintah daerah yang menarik PNS-nya. Memang ada beberapa kasus ada PNS yang kurang cakap, tetapi jika kinerjanya baik maka ASN yang diperbantukan harus dipertahankan.\n\nBagaimana kita harus mensinergikan semua kegiatan kepada semua divisi agar berhasil.\n\nKita juga berharap dalam Pemilihan 2020 sukses pengawasan dan sukses keuangan.