Lompat ke isi utama

Berita

Bedah Buku “Catatan Jurnalis Pemilu: Sejarah Keserentakan Terbesar Pertama di Dunia” Mengurai Dinamika Pemilu dalam sejarah Indonesia

Bedah Buku Bawaslu

Jakarta,Bawaslu-Dalam sesi bedah buku yang digelar di ruang Media Center Bawaslu RI di Jakarta, peluncuran karya terbaru berjudul Catatan Jurnalis Pemilu: Sejarah Keserentakan Terbesar Pertama di Dunia mengundang sejumlahpraktisi media dan Pengawas Pemilu se-Indonesia.
Buku karya para jurnalis pemilu ini mengajak pembaca menapak tilas peristiwa yang disebut sebagai “keserentakan terbesar pertama di dunia”—momen ketika dinamika politik dan media massa memasuki era yang penting yaitu Pemilu. Lewat rentetan Peristiwa Pemilu, analisis teknis, serta catatan lapangan buku ini mencoba mengurai bagaimana keserentakan Pemilu besar pertama di Indonesia berdiri sebagai tonggak peradabab Bangsa.

Buku ini menelusuri bagaimana wartawan pemilu bertransformasi dari saksi mata menjadi aktor analitis yang mempengaruhi opini publik. Penulis menyoroti momen-momen ketika pihak Penyelenggara, Peserta Pemilu dan media berinteraksi dimasa kontestasi politik. salah satu poin subliminal dalam buku ini adalah bagaimana perkembangan teknologi informasi, media massa , dan analisis data mempengaruhi Pemilu dalam aktivitas kampanye, pengawasan pemilu, serta akses publik terhadap informasi.
 

Bawaslu Manado menghadiri bedah buku

Rahmat Bagja dalam sambutannya menekankan bahwa Bawaslu selalu terbuka dengan kehadiran dan partisipasi masyarakat terutama media untuk ikut terlibat dalam mengawasi Pemilu. "Ruang Media Center di Bawaslu ini selalu terbuka bagi Masyarakat, Mahasiswa dan Wartawan untuk berdiskusi bahkan memberikan Kritik bagi penyelenggara Pemilu" Ujarnya. Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Kota Manado, A. Gafur Subaer yang juga ikut dalam Bedah Buku tersebut secara Daring menyampaikan bahwa kegiatan ini menunjukkan kolaborasi dan sinergi yang membangun antara Pengawas Pemilu dengan media dalam mengawal jalannya Penyelenggaraan Pemilu di Indonesia. "dari buku ini masyarakat dapat melihat bagaimana penyelenggaraan Pemilu terlaksana serta bagaimana dinamika didalamnya dari sisi jurnalis yang berada diluar Penyelenggara Pemilu.  

Penulis dan Foto: El Junanda 

Editor: A. Gafur Subaer.