Lompat ke isi utama

Berita

Awasi Koordinasi Data Pemilih di Kota Manado

Awasi Koordinasi Data Pemilih di Kota Manado

Awasi Koordinasi Data Pemilih di Kota Manado

Kami datang menyusuri perjalanan sepanjang hari bersama KPU Manado, kamis (22 Oktober 2025) pekan lalu. Tujuan utamanya jelas: bagaimana koordinasi Data Pemilih bisa berjalan baik di lapangan, bukan hanya di kertas atau di layar komputer. Kami memulai pertemuan di kantor KPU yang riuh dengan alunan diskusi santai, kopi hangat, dan catatan-catatan kecil yang siap diubah jadi tindakan nyata.

Cerita bergulir di sesi persiapan:
KPU Manado menjelaskan bagaimana mereka akan membagi tim yang masing-masing akan mendatangi 11 kecamatan. Ada tantangan lama, yaitu, bagaimana Data Pemilih yang dimutakhirkan oleh KPU dapat terverifikasi secara Valid dan Faktual. Di sisi lain, Bawaslu menyimak dengan saksama, menyoroti pentingnya integritas data untuk mencegah pelanggaran sejak dini.

Ketua KPU Manado, Farley Kaparang mengungkapkan, "dilapangan masing-masing anggota Bawaslu akan ikut di tiap tim yang turun agar dapat secara langsung mengawasi jalannya Koordinasi yang dilakukan". Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Manado, Gafur Subaer langsung menginstruksikan pembagian dan mengarahkan staf Pengawas untuk menaiki kendaraan bersama dengan KPU Manado. 

Dalam Pengawasan kali ini, kami langsung bergerak menuju kantor Kecamatan di masing-masing Kecamatan. total ada 10 Kecamatan yang kami datangi kecuali Kec. Bunaken Kepulauan yang proses Koordinasinya dilakukan melalui telpon dan Daring. Tiap tim yang turun diarahkan langsung menemui Camat atau Pejabat Kecamatan yang berwenang dalam melakukan Koordinasi terkait Data Pemilih untuk memastikan proses Koordinasi ini terlaksana dengan tepat sasaran sehingga meminimalisir adanya kesalahan. 

Anggota Bawaslu Manado, Gafur Subaer menyampaikan bahwa Koordinasi ini harus diawasi langsung agar proses Verifikasi Data Pemilih berjalan sebagaimana mestinya. "tujuannya kan sederhana, yaitu mau memverifikasi atau memastikan bahwa Data Pemilih hasil Sinkronisasi yang dipegang oleh KPU baik dari dari Kemendagri dan data dari Pemilu 2024 yang lalu, sesuai dengan situasi terbaru di masing-masing Kecamatan.", ujarnya. "ini juga kan nantinya akan meminimalisir adanya Data Pemilih yang tidak sesuai atau Data Pemilih yang tidak Valid karena berbeda dengan situasi terkini dilapangan", Tambahnya.

Setiap Pengawas yang turun kali ini mendampingi dan melihat sendiri proses Koordinasi yang dilakukan oleh Petugas KPU dengan mencermati lembaran Data Pemilih yang disajikan kepada Petugas di Kecamatan untuk diverifikasi ke tingkat Lurah dan Lingkungan terdekat di masyarakat. Selain itu, pihak Bawaslu pun menyampaikan beberapa hal yang perlu disampaikan langsung kepada Pihak kecamatan terkait Proses Pemutakhiran Data Pemilih ini. 

Awasi Koordinasi Data Pemilih di Kota Manado

"nanti Data-data yang dikoordinasikan ini dilampirkan juga untuk diberikan ke Bawaslu", ungkap Anggota Bawaslu Manado, Heard Runtuwene. "Supaya kita kedepannya kita dapat melihat mana data yang sudah ditindaklanjuti atau mana yang sudah mengalami perubahan atau tetap tidak berubah", tambahnya. Kedepannya, Pihak KPU Manado menunggu balasan hasil verifikasi dari Pihak Kecamatan berupa Surat Keterangan terkait Pemilih yang masuk dalam kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS) karena Meninggal Dunia, Pemilih dengan Data Nonaktif karena tidak ada kecocokan NIK atau Pemilih yang menjadi anggota TNI-POLRI aktif dalam 7 hari kedepan.  

Kisah ini mungkin terdengar seperti cerita teknis, namun bagi warga Kota Manado, ini lebih dari sekadar rutinitas. Ini tentang bagaimana kita menjaga kepercayaan publik melalui data yang tepat, bagaimana komunitas bisa melihat langkah konkret yang diambil lembaga terkait, dan bagaimana semua pihak—Bawaslu, KPU, hingga Pemerintah Kota—berjalan bersama untuk memastikan demokrasi tetap sehat.

Penutupnya, ada pesan sederhana dari seorang staf Pengawas Bawaslu Manado yang jadi pelipur lara sekaligus motivasi: “Kalau data kita rapi, maka pemilihan kita juga terasa rapi. Dan kalau pemilih merasa dihargai, kepercayaannya ikut tumbuh.” jadi, Semoga koordinasi Data Pemilih di 11 kecamatan Manado menjadi contoh bagaimana ketelitian kecil bisa menyelamatkan keadilan besar di kota kita.

Penulis dan Foto: El Junanda

Editor: A. Gafur Subaer