Membelajarkan Pengawasan Pemilu Bag. 2
|
Manado,Bawaslu-Dalam Gelaran Bawaslu Membelajarkan Batch III yang berlangsung di Sulawesi Utara, mengambil tema Penguatan SDM Bawaslu. Kegiatan ini berfokus padaIntegrasi Organisasi terkait integrasi Lintas-Disiplin dan Tata Kerja Organisasi untuk Kesinambungan. Hal ini dipilih dengan mempertimbangkan 2 Batch sebelumnya, dimana pada Bawaslu Membelajarkan di Sumatera Utara berfokus pada Kapasitas Konseptual mengenai Pengembangan Konsep, visi Desain dan Kapasitas awal Pemangku Kepentingan. Sementara itu di Bali berfokus pada Praktik Teknis menyangkut Pendalaman Praktik Teknis dan Penerapan Metode desain dalam Konteks Lokal.
Penjabaran diatas senada dengan yang diungkapkan oleh Anggota Bawaslu RI, Herwyn Malonda. "pertemuan di Medan (Sulawesi Utara), kita melakukan pengkajian tentang Kapasitas Konseptual kita, bagaimana memprediksi indeks Kerawanan Pemilu, bagaimana memetakan resiko sebagai bagian dari tanggungjawab kita melakukan Pengawasan yang tidak hanya sekedar reaktif tetapi mempersiapkan secara terencana mulai dari awal. kemudian di Bali, mulai masuk pada persoalan Digitalisasi, disitu kami diperkuat terkait dengan bagaimana kesiapan Bawaslu untuk mencari bukti data Digital (Forensik Digital) dan di Manado (Sulawesi Utara) ini sebanarnya merupakan bagian dari Kepemimpinan Bawaslu, akan ditampilkan terkait Sejarah Bawaslu dan yang terpenting adalah soal Quo Vadis Bawaslu, mengenai Apa dan Bagaimana Bawaslu kedepan sebagai bagian dari tanggung jawab kita untuk tetap hadir ditengah-tengah Pemilu di 2029 nanti", paparnya.
Paparan ini agaknya memang mirip sebuah cetak biru tentang desain Bawaslu dalam Pengawasan Pemilu kedepannya yang dipersiapkan mulai dari Pemahaman Kerangka Konseptual yang dilanjutkan dengan penguatan Teknis sampai pada bagaimana mengelola hal ini menjadi serupa Pelopor Pengawasan Pemilu yang profesional dan relevan dengan kondisi masyarakat dan konteks zaman.
Bila kita melihat Bawaslu Membelajarkan yang 'digelar di Manado (Sulawesi Utara), tampak jelas bahwa kedepannya Bawaslu didesain untuk tetap "relate" dengan kemajuan zaman sammbil tetap "menggenggam" sejarah perkembangan Pengawasan Pemilu untuk menjawab tantangan Demokrasi khususnya Pemilu di Indonesia.
Pemaparan tentang Sejarah Bawaslu dan Transformasinya membawa kita untuk kembali mengingat jatidiri dan cita-cita berdirinya Bawaslu sejak awal terbentuk sampai bagaimana dinamika adanya Bawaslu hari ini seperti yang kita ketahui sekarang. Kemudian Pemaparan apik tentang sistem Organisasi dan Tata Kerja Bawaslu, melengkapi dasar kita untuk dapat mengukur sejauh mana kita berkembang dan sejauh mana Bawaslu siap untuk berhadapan dengan tantangan kedepan.
Isu tentang Gender dalam materi Pemilu yang menjunjung kesetaraan gender serta gambaran mengenai kondisi Demokrasi Pasca Reformasi serta Dinamika Elektoral dan Oligarki dalam Pemilu seolah membawa kita untuk melihat ulang secara kritis persoalan dan tantangan yang harus dijawab oleh Bawaslu untuk mewujudkan Pemilu yang Jujur, Adil dan inklusif untuk semua. Ditambah lagi wawasan soal Relasi Media dan Komunikasi Digital serta Komunikasi Strategis dan Humas yang seolah memberikan pengingat kepada Bawaslu untuk melihat dinamika Pemilu dalam Kacamata Publik sekaligus celah yang bisa dimanfaatkan dalam mencegah dan mengantisipasi permasalahan di Pemilu menjadi semakin lebar.
Kesemua pengkajian diatas kemudian dilengkapi dengan paparan tentang sistem Pelaporan berbasis Digital serta ajudikasi dan Penulisan Digital sebagai bekal kita untuk sekali lagi dapat melihat celah yang dapat dimanfaatkan secara legal-formal upaya Bawaslu dalam mengatasi permasalahan Pemilu secara efektif dan tepat sasaran. Terakhir, gelaran ini mengajak kita untuk bersama-sama membentuk suatu Perencanaan Strategis dan bagaimana cara mengimplementasikannya serta memperkuat Dokumentasi dan Kearsipan Digital di Bawaslu sebagai salah satu pilihan untuk mendorong Pengawasan Pemilu yang lintas-disiplin dalam memahami dan mencari solusi Persoalan di Pemilu serta secara sistemik mewujudkannya dalam kerja-kerja Pengawasan sehari-hari.
Diakhir, seluruh rangkaian acara ditutup dengan penyerahan sejumlah Penghargaan kepada Narasumber dan Peserta yang hadir sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan sebagai penanda untuk mulai bekerja kembali dan bersama-sama dengan seluruh pihak serta masyarakat mengawal dan menata Demokrasi di Pemilu yang relevan dan partisipatif bagi semua.
Penulis dan Foto: El Junanda
Editor: A. Gafur Subaer