Kaji Isu Digital Pemilu di Wilayah Urban
|
Manado,Bawaslu-Dalam rangka penguatan Kelembagaan dan peningkatan kapasitas jajaran Pengawas Pemilihan Umum Se-Provinsi Sulawesi Utara tahun 2026, Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara akan menyelenggarakan kegiatan KEKER PEMILU (Konsolidasi, Edukasi, Kajian, Evaluasi, dan Regulasi Pemilu). Kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran Bawaslu di 15 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara dan mengundang partisipan external, baik itu dari Bawaslu Provinsi sebagai Pemantik Diskusi lain maupun dari kelompok-kelompok Eksternal.
Selayaknya beberapa edisi Kegiatan serupa seperti Bacirita HPS, program KEKER PEMILU kali ini akan dilaksanakan secara dalam beberapa seri. "kedepannya program ini telah drancang dalam 15 edisi secara rutin sampai pada akhir Tahun 2026 ini", Ungkap Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara, Ardiles Mewoh dalam Pembukaan kegiatan ini.
Topik yang dipilih pada pertemuan pertama KEKER PEMILU ini adalah seputar Polarisasi Media Sosial, Kampanye HItam dan Hoaks di Pusat Kota. Secara umum pada pertemuan kali ini, Bawaslu se-Provinsi Sualwesi Utara memfokuskan kajian dan evaluasi terhadap faktor-faktor penyebab dan fenomena Polarisasi, Kampanye Hitam dan Hoaks serta bagaimana Bawaslu akan bersikap untuk mencegah dan mengatasinya. Benny Sabdo, Anggota Bawaslu DKI Jakarta mengungkapkan bahwa isu-isu semacam ini dapat mempengaruhi dinamika Kontestasi Politik. "bebrapa hal yang mungkin bisa terjadi akibat dari persoalan ini, ya diantaranya; adanya Distorsi Pilihan bagi Pemilih dan menguatnya Polarisasi. Selain itu, dapat menyebabkan menurunnya Kualitas Kompetisi dalam Pemilu yang berdampak padi Turunnya Kepercayaan Publik dan melemahnya legitimasi demokrasi", ungkapnya.
Selanjutnya, Heard Runtuwene, Anggota Bawaslu Kota Manado mengungkapkan bahwa persolan ini memerlukan langkah dan Strategi yang harus dimulai dari sejak dini. "ya hal ini bisa kita atasi terutama unutuk dicegah. misalnya kita bisa mulai dengan memperkuat Literasi Digital dan Soisalisasi serta melakukan Imbauan dan memprkuat Komunitas Pengawas. Selain itu, dalam konteks aktivitas Pengawsan, kita bisa melakukan Patroli Siber, Pemetaan Kerawanan dan Pemantaun terutama dimasa tenang. Selanjutnya, apabila memang terjaddi dugaan Pelanggaran terkait Kampanye Hitam/Negatif dan Hoaks maka kita harus optimalkan dan efektifkan Penanganan temuan dan laporannya mulai dari kajian bersama pihak Kepolisian dan Kejaksaan di Gakkumdu untuk seterusnya ditindaklanjuti", Jelasnya.
Penulis dan Foto: El Junanda
Editor: A. Gafur Subaer.